082210183000
082210183000
081286101000

Tawy dan Kepala Tawy

Tawy (Buah Merah) dan masyarakat Adat Papua punya hubungan yang erat dan dapat dilihat dari aspek sosial dan budaya. Sebelum aspek ketambahan aspek ekonomi yang didorong oleh aspek kesehatan (kesembuhan) yang dipicu oleh penelitian yang dilakukan oleh Pak I Made Budi dari Universitas Cenderawasih, Tawy punya cerita panjang dan sangat erat hubungannya dengan masyarakat konsumennya.

Ada hubungan kultural dan historis antara orang Papua, khususnya di wilayah pegunungan dengan Tawy. Hubungan itu bukan baru, tetapi telah berlangsung sejak nenek-moyang.

Bukti paling kuat kita tahu dalam struktur sosial orang Wamena ada Kepala Suku Tawy yang tanggungjawabnya secara khusus berurusan dengan Tawy.

Kepala Suku Tawy punya peran dan fungsinya, kedudukan dan wewenangnya sejajar dengan kepala-kepala lain seperti Kepala Ubi Jalar, Kepala Buah Pandan, Kepala Bete/ Taro, Kepala Pisang, dan Kepala Perang. Yang paling banyak dikenal ialah Kepala Perang, yang dalam bahasa modern dijuluki sebagai Kepala Suku. Padahal ada banyak Kepala Suku di dalam sebuah klen.

Kepala Suku Tawy bertanggungjawab penuh terhadap Tawy: tanamannya, buahnya ataupun pengaturan tentang kapan memanennya, kapan dapat dibagikan kepada sesama dan pantangan-pantangannya.

Sejak I Made Budi menyatakan bahwa “Buah Merah” berkhasiat menyembuhkan banyak penyakit dan oleh karena itu dapat diperjual-belikan untuk mencari uang, kami sebagai orang Wamena tidak serta-merta terjun langsung berjualan Buah Merah. Kami tahu ada Kepala Buah Merah, jadi kami harus bertanya kepadanya apakah kami diperbolehkan berjualan Buah Merah atau tidak. Sejak awal tahun 2000 kami tanyakan dan baru saja dijawab pada awal tahun 2014 bahwa kami boleh menjual Minyak Tawy. Atas izin itulah maka kami berani membeli domain dan mulai memproduksi Minyak Tawy dalam jumlah banyak dan kini kami jual kepada individu atau keluarga ataupun kepada reseller di manapun mereka berada, di seluruh Indonesia dan bahkan di seluruh dunia.

Hal izin dari Kepala Tawy ini kami lakukan karena kami tahu bahwa Tawy itu punya tuan, dan dia mendengarkan perintah tuannya. Coba saja Anda minum minyak Tawy yang dijual sembarangan di jalan atau di toko-toko, dan bandingkan dengan Minyak Tawy yang Anda beli dari kami. Yang jelas dan pasti Minyak Tawy yang kami jual memiliki “roh Tawy”, roh sebagaimana yang dikirimkan oleh Kepala¬† Tawy, roh yang berisi pesan untuk menjalankan tugas “penyembuhan bagi umat manusia di dunia” yang sakit dan yang kurang sehat, seperti yang telah ia lakukan untuk kami bangsa Papua di Tanah leluhur kami.